Posted in

Perjalanan ke Kiluan, Lampung – 3 Hari 2 Malam

Hari 1: Jakarta – Kiluan

Pagi itu 10 Oktober 2025, kami sudah berkumpul di rumah teman di Jakarta, siap untuk petualangan baru ke Kiluan, Lampung. Kami berangkat pukul 6 pagi, dengan semangat penuh karena sudah merencanakan perjalanan ini sejak beberapa minggu lalu. Lima orang sahabat, satu mobil, dan harapan untuk melihat lumba-lumba di Kiluan, itu semua sudah kami siapkan.

Perjalanan dimulai lancar. Kami memilih rute melalui tol Trans-Jawa yang sudah sangat familiar, sambil saling berbincang-bincang tentang segala macam hal. Dari cerita lucu sampai rencana masa depan, waktu pun terasa cepat berlalu. Kami berhenti di beberapa rest area untuk mengisi bahan bakar (tentu saja, camilan) dan sesekali meregangkan kaki.

Jam 12 siang, kami memutuskan untuk makan siang di sebuah warung lokal di sekitar Lampung, mencoba pempek dan pindang yang memang jadi andalan di sana. Rasanya enak banget! Setelah makan, perjalanan kembali dilanjutkan. Kami semakin mendekati tujuan, dengan pemandangan perbukitan yang mulai terlihat lebih hijau dan laut yang semakin tampak dari kejauhan.

Sekitar pukul 4 sore, kami tiba di Pelabuhan Merak, tempat kami harus menyeberang ke Lampung. Kami naik ferry dari Merak menuju Bakauheni, yang memakan waktu sekitar 2 jam. Begitu tiba di Bakauheni, kami melanjutkan perjalanan darat menuju Kiluan. Perjalanan darat ini cukup panjang—sekitar 3 jam lagi. Namun, perjalanan ini terasa menyenangkan, karena kami menyusuri jalanan yang mulai lebih sepi, dengan pemandangan laut di sisi kiri dan kanan.

Sekitar pukul 7 malam, kami sampai di penginapan sederhana di dekat pantai Kiluan. Penginapan ini cukup nyaman dan dekat dengan tempat-tempat wisata. Kami langsung check-in, kemudian makan malam bersama. Kami menikmati hidangan seafood segar yang baru saja ditangkap oleh nelayan setempat, sambil mendengarkan deburan ombak. Malam itu, suasana sangat santai, dan kami menikmati obrolan panjang tentang segala hal.

Hari 2: Snorkeling dan Menyaksikan Lumba-Lumba

Pagi hari kedua, kami bangun lebih pagi, sekitar pukul 6 pagi. Suara ombak dan angin laut menyambut kami dari luar jendela. Kami sarapan sederhana dengan nasi goreng dan teh panas, sebelum bersiap untuk petualangan di Kiluan. Hari ini adalah hari yang kami tunggu-tunggu, karena kami akan mencoba melihat lumba-lumba di perairan sekitar Kiluan.

Sekitar pukul 8 pagi, kami naik perahu kecil yang sudah disiapkan oleh penginapan. Perjalanan menuju spot lumba-lumba membutuhkan waktu sekitar 30 menit, dan pemandangan laut yang tenang sangat menenangkan. Kami semua berbincang dengan penuh semangat, membayangkan bagaimana rasanya melihat lumba-lumba dari dekat. Setelah beberapa waktu, akhirnya perahu kami sampai di titik yang disarankan oleh pemandu.

Tak lama setelah berhenti, kami melihat beberapa lumba-lumba melompat-lompat di permukaan air. Momen itu benar-benar magis! Kami bahkan sempat berfoto dengan latar belakang lumba-lumba yang sedang bermain. Rasanya sangat bahagia bisa menyaksikan mereka di habitat alami mereka.

Setelah puas melihat lumba-lumba, kami melanjutkan perjalanan ke spot snorkeling yang terkenal di sekitar Kiluan. Begitu menceburkan diri ke dalam air, kami langsung terpesona dengan keindahan terumbu karang yang berwarna-warni, ikan-ikan kecil yang berenang, dan air yang jernih. Kami berkeliling sejenak, sambil menikmati dunia bawah laut yang indah. Salah satu teman bahkan sempat menemukan seekor ikan pari yang sedang berenang perlahan.

Sekitar pukul 12 siang, kami kembali ke penginapan untuk makan siang. Kali ini, kami menikmati hidangan ikan bakar yang baru saja dipersiapkan oleh pemilik penginapan. Setelah makan, kami beristirahat sejenak di pantai, sambil menikmati suasana yang tenang dan angin laut yang menyegarkan.

Sore harinya, kami memutuskan untuk berjalan-jalan di sekitar pantai. Kami berjalan kaki di sepanjang garis pantai, yang dihiasi dengan pasir putih dan air laut yang sangat jernih. Kami juga sempat bermain bola pantai dan menikmati beberapa permainan ringan di bawah sinar matahari yang sudah mulai redup.

Malamnya, kami kembali ke penginapan dan menikmati makan malam bersama. Kami berbincang-bincang tentang pengalaman kami hari itu, terutama tentang lumba-lumba dan betapa indahnya pantai Kiluan. Kami merasa sangat bersyukur bisa berada di tempat yang begitu mempesona ini.

Hari 3: Menikmati Pagi di Pantai dan Kembali ke Jakarta

Hari terakhir dimulai dengan matahari yang sudah terbit lebih awal. Kami memutuskan untuk menikmati pemandangan pagi di tepi pantai sebelum sarapan. Suasana pagi itu sangat tenang dan damai, dengan langit yang mulai berubah warna menjadi jingga dan laut yang berkilauan terkena sinar matahari.

Setelah sarapan, kami memutuskan untuk mengunjungi beberapa spot di sekitar Kiluan yang belum sempat kami eksplorasi. Salah satunya adalah Pantai Tegal Mas, sebuah pantai yang masih sangat alami dan sepi. Kami sempat duduk-duduk di pasir putihnya, menikmati udara segar, dan berfoto-foto.

Sekitar pukul 11 siang, kami mulai berkemas dan bersiap untuk kembali ke Jakarta. Kami meninggalkan penginapan dengan hati yang penuh kenangan indah, dan perjalanan kembali dimulai. Kami melanjutkan perjalanan darat ke Pelabuhan Bakauheni, kemudian naik ferry kembali ke Merak. Ferry kali ini terasa sedikit lebih panjang, tapi kami semua masih penuh energi, berbincang tentang berbagai hal dan merencanakan perjalanan berikutnya.

Kami tiba di Jakarta sekitar pukul 9 malam. Meskipun lelah, kami merasa sangat puas dengan perjalanan ini. Kiluan benar-benar memberi kami pengalaman yang luar biasa—lumba-lumba yang indah, pantai yang tenang, dan kebersamaan yang tak ternilai harganya.