Hari 1: Jakarta – Pelabuhan Merak – Pulau Pahawang
Pagi itu tanggal 26 September 2025, jam 5 pagi, saya dan empat orang sahabat saya berkumpul di rumah salah satu teman di Jakarta. Kami sudah merencanakan perjalanan ini sejak beberapa bulan lalu, jadi kami semua sudah menunggu-nunggu petualangan ini. Mobil pribadi sudah siap, penuh dengan barang-barang yang kami butuhkan untuk perjalanan: tas, peralatan snorkel, makanan ringan, dan tentu saja musik favorit yang akan menemani perjalanan.
Kami berangkat dari Jakarta sekitar pukul 6 pagi. Lalu lintas masih cukup lancar, meskipun ada sedikit kemacetan di beberapa titik. Sepanjang perjalanan, kami berbincang-bincang tentang berbagai hal, mulai dari cerita-cerita lucu hingga topik serius tentang masa depan. Menyusuri tol Trans Jawa, perjalanan terasa cukup nyaman. Sambil menikmati pemandangan yang mulai berubah dari hiruk-pikuk kota menjadi suasana pedesaan dan perbukitan.
Sekitar pukul 10 pagi, kami tiba di Pelabuhan Merak. Di sini, kami akan menyeberang ke Pelabuhan Bakauheni, Lampung. Sebelum naik kapal, kami sempat berhenti sejenak untuk makan siang ringan. Kami memilih untuk menikmati makanan cepat saji di salah satu warung yang ada di pelabuhan.
Sekitar pukul 12 siang, kami masuk ke kapal feri. Perjalanan ferry menuju Bakauheni memakan waktu sekitar 2 jam. Sambil menunggu, kami duduk santai di dek kapal, menikmati angin laut yang sejuk, dan berbincang-bincang. Tak lupa, kami mengambil beberapa foto untuk mengenang momen ini. Pemandangan laut yang luas, dengan langit biru yang cerah, benar-benar membuat kami merasa santai dan semakin tak sabar untuk sampai ke tujuan.
Setelah ferry merapat di Pelabuhan Bakauheni, perjalanan berlanjut dengan mobil menuju Dermaga Taman Sari, tempat kami akan naik perahu ke Pulau Pahawang. Perjalanan darat ini sekitar satu jam, dan kami sempat berhenti sejenak di beberapa titik untuk menikmati pemandangan dan membeli camilan lokal.
Sekitar pukul 4 sore, kami sampai di Dermaga Taman Sari. Perahu kecil yang akan membawa kami ke Pulau Pahawang sudah siap. Lautnya tampak tenang, dan setelah sekitar 45 menit berlayar, akhirnya kami tiba di Pulau Pahawang. Kami langsung menuju penginapan yang sudah kami pesan sebelumnya, sebuah villa kecil yang nyaman di tepi pantai.
Malam pertama kami di Pahawang diisi dengan makan malam santai di tepi pantai, menikmati hidangan laut segar yang disiapkan oleh penduduk lokal. Kami duduk berkeliling, sambil menikmati suara deburan ombak, berbincang, dan merencanakan aktivitas esok hari.
Hari 2: Snorkeling dan Eksplorasi Pulau
Pagi hari, kami bangun sekitar pukul 7 pagi, disambut dengan sinar matahari yang hangat dan pemandangan laut yang menenangkan. Sarapan sederhana sudah disiapkan, dan kami menikmati hidangan sambil melihat perahu nelayan yang melintas di kejauhan.
Sekitar pukul 9 pagi, kami bersiap untuk snorkeling. Setelah memakai peralatan snorkeling, kami naik perahu menuju spot snorkeling yang terkenal di Pulau Pahawang. Begitu menceburkan diri ke dalam air, kami langsung disambut oleh keindahan bawah laut yang luar biasa. Terumbu karang yang berwarna-warni, ikan-ikan kecil yang berenang bebas, dan air laut yang jernih membuat pengalaman ini benar-benar tak terlupakan. Kami juga sempat berfoto dengan beberapa ikan yang tampak penasaran melihat kami.
Selesai snorkeling, kami melanjutkan perjalanan menuju Pulau Pahawang Kecil. Pulau ini lebih sepi dan asri, dengan pantai yang masih sangat alami. Kami menghabiskan beberapa jam di sini, berjalan-jalan di sepanjang pantai yang berpasir putih dan bermain air. Pemandangan di sini sangat menenangkan, jauh dari keramaian, benar-benar membuat kami merasa seperti berada di dunia lain.
Siang hari, kami kembali ke penginapan untuk makan siang dan beristirahat sejenak. Setelah makan, kami menikmati waktu santai di tepi pantai, berbincang-bincang, dan menikmati suasana yang tenang. Kami juga sempat mencoba beberapa aktivitas ringan, seperti bermain voli pantai dan berenang di laut yang tidak terlalu dalam.
Malamnya, kami kembali menikmati makan malam di tepi pantai. Kali ini, kami mencoba beberapa hidangan lokal seperti ikan bakar dan sambal terasi yang pedas. Suasana malam semakin hangat dengan obrolan santai, gelak tawa, dan api unggun kecil di tepi pantai.
Hari 3: Menikmati Pagi dan Kembali ke Jakarta
Pagi terakhir di Pulau Pahawang dimulai dengan matahari terbit yang sangat indah. Kami bangun lebih pagi untuk menyaksikan pemandangan matahari yang perlahan naik dari balik lautan. Momen ini benar-benar memberi kami rasa kedamaian yang luar biasa, mengingat betapa indahnya alam di sekitar kami.
Setelah sarapan, kami mengemas barang-barang dan bersiap untuk kembali ke Jakarta. Sebelum meninggalkan Pulau Pahawang, kami sempat mengunjungi beberapa tempat lain di sekitar pulau untuk berfoto-foto dan menikmati suasana terakhir di sana.
Sekitar pukul 11 pagi, kami naik perahu kembali ke Dermaga Taman Sari, dan melanjutkan perjalanan menuju Pelabuhan Bakauheni. Dari Bakauheni, kami kembali naik ferry menuju Merak, dan perjalanan darat kembali ke Jakarta dimulai.
Kami tiba di Jakarta sekitar pukul 9 malam, dengan hati penuh kenangan indah. Meski lelah, kami semua merasa puas dengan perjalanan yang sangat menyenangkan ini.
Itulah cerita perjalanan kami ke Pulau Pahawang selama 3 hari 2 malam. Sebuah pengalaman yang penuh dengan keindahan alam, kebersamaan, dan banyak cerita lucu yang akan selalu kami kenang. Jika Anda mencari tempat untuk melarikan diri dari keramaian kota dan menikmati alam yang tenang, Pulau Pahawang adalah pilihan yang sempurna!